Rabu, 21 Maret 2012

Komunikasi Data dan Protokol

Komunikasi Data

Komunikasi data adalah merupakan bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara komputer-komputer dan piranti-piranti yang lain dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui media komunikasi data.

Data berarti informasi yang disajikan oleh sinyal digital. Komunikasi data merupakan bangunan vital dari suatu masyarakat informasi karena sistem ini menyediakan infrastruktur yang memungkinkan komputer-komputer dapat berkomunikasi satu sama lain.

Komponen Komunikasi Data

* Pengirim, adalah piranti yang mengirimkan data
* Penerima, adalah piranti yang menerima data
* Data, adalah informasi yang akan dipindahkan
* Media Pengiriman, adalah media atau saluran yang digunakan untuk mengirim data
* Protokol, adalah aturan-aturan yang berfungsi untuk menyelaraskan hubungan

ilustrasi komunikasi data

Protokol

Protokol adalah sebuah aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi yang ada dalam sebuah jaringan komputer, misalnya mengirim pesan, data, informasi, dan fungsi lain yang harus dipenuhi dari sisi pengirim dan sisi penerima agar komunikasi dapat berlangsung dengan benar, walaupun sistem yang ada dalam jaringan tersebut berbeda sama sekali.

Protokol ini mengurusi perbedaan format data pada jedua sistem hingga pada masalah koneksi listrik. Standar protokol yang terkenal yaitu OSI (Open System Interconnecting) yang ditentukan oleh ISO (International Standart Organization)

Komponen Protokol

1.Aturan atau Prosedur
- membentuk pembentukan/pemutusan hubungan
- mengatur proses transfer data

2.Format atau BEntuk
- representasi pesan

3.Kosakata (vocabulary)
- jenis pesan dan makna masing-masing pesan

Fungsi Protokol

Secara umum fungsi protokol adalah untuk menguhubungkan sisi pengirim dan sisi penerima dalam berkomunikasi serta dalam bertukar informasi agar dapat berjalan dengan baik dan benar. sedangkan fungsi protokol secara detail dapat dijelaskan berikut :

1.Fragmentasi atau Reassembly
Berfungsi untuk mambagi informasi yang dikirim menjadi beberapa paket data pada saat sisi pengirim mengirimkan informasi dan setelah diterima maka sisi penerima akan menggabungkan lagi menjadi paket informasi yang lengkap.

2.Encaptulation
Berfungsi untuk melengkapi informasi yang dikirimkan dengan address, kode-kode koreksi dan lain-lain.

3.Connection Control
Berfungsi untuk membangun hubungan (connection) komunikasi dari sisi pengirim dan sisi penerima, dimana dalam membangun hubungan ini juga termasuk dalam hal pengiriman data dan mengakhiri hubungan.

4.Flow Control
Berfungsi sebagai pengatur perjalanan data dari sisi pengirim ke sisi penerima

5.Error Control
Berfungsi untuk mengontrol terjadinya kesalahan yang terjadi pada waktu data dikirimkan.

6.Transmission Service
Berfungsi untuk memberi pelayanan komunikasi data khususnya yang berkaitan denga prioritas dan keamanan serta perlindungan data.

Susunan Protokol

Protokol jaringan disusun dalam bentuk lapisan-lapisan (layer). Hal ini berarti supaya jaringan yang dibuat nantinya menjadi tidak rumit. Jumlah, nama, isi, dan fungsi setiap layer akan berbeda-beda. akan tetapi tujuan dari setiap layer ini akan memberi layanan ke layer yang diatasnya. Susunan dari layer ini menunjukkan tahapan dalam melakukan komunikasi. Antara setiap layer yang berdekatan terdapat sebuah interface. Interface ini menentukan layana layer yang dibawah kepada layer yang diatasnya. pada saat merencanakan sebuah jaringan, hendaknya memperhatikan bagaimana menentukan interface yang tepat yang akan ditempatkan pada kedua layer yang saling bersangkutan.

Standarisasi Protokol (ISO 7498)

ISO (international Standart Organization) mengajukan struktur dan fungsi protokol komunikasi data. Model tersebuat dikenal sebagai OSI (Open System Interconnection) Reference Model. Terdiri atas 7 lapisan yang mendefinisikan fungsi. Untuk setiap layernya dapat terdiri atas sejumlah protokol yang berbeda-beda, masing-masing menyediakan pelyanan yang sesuai dengan fungsi layer tersebut.

1.Application Layer
Interface antara aplikasi yang dihadapi user dan resource jaringan yang diakses. Kelompok aplikasi jarinagn :
- file ditransfer dan metode akses
- pertukaran job dan manipulasi
- pertukaran pesan

2.Presentation Layer
Rutin standar dalam mempresentasikan data
- negosiasi sintaksis untuk transfer
- transformasi representasi data

3.Session Layer
Membagi presentasi data dalam babak-babak (sesi)
- kontrol dialog dan sinkronisasi
- hubungan antar aplikasi yang berkomunikasi

4.Transport Layer
- transfer pesan (message) ujung ke ujung
- manajemen koneksi
- kontrol kesalahan
- fragmentasi
- kontrol aliran

5.Network Layer
Pengalamatan dan pengiriman paket data
- routing
- pengalamatan secara logic
- setup and clearing (pembentukan dan pemutusan)

6.Data-link Layer
Pengiriman data melintasi jaringan fisik
- penyusuna frame
- transparansi data
- kontrol kesalahan (error control)
- kontrol aliran (flow)

7.Physical Layer
Karakteristik perangkat keras yang mentransmisikan sinyal data



by : Hardiyanti Amri ( 50407400 )

Sabtu, 10 Maret 2012

Aplikasi 'minibook'

Aplikasi 'minibook' ini dibuat untuk memudahkan dalam mencari nama-nama muslim untuk bayi beserta artinya, sekaligus untuk lebih mengenal tentang OS Android.
Konsep dari aplikasi ini sangat sederhana, diaplikasi ini kita hanya akan menemukan proses pencarian database dan proses menampilkan hasil dari pencarian tersebut.

Dalam membuat aplikasi 'minibook' ini, ada beberapa langkah yang harus dipersiapkan :
1. Membuat diagram alur menggunakan UML - untuk menggambarkan arah jalannya progran yang akan dibuat.
2. Membuat rancangan antarmuka (interface) - baik interface input maupun output.
3. Tahap persiapan pembuatan aplikasi - menyiapkan semua environment yang dibutuhkan untuk membangun program tersebut.
4. Tahap pembuatan aplikasi.
5. Tahap implementasi program - tahap mulai menuliskan script code pada masing-masing rancangan tampilan menu.
6. Tahap uji coba program aplikasi.

*****

1. Diagram Alur (Activity Diagram)

Disini saya coba gambarkan dengan activity diagram. Jalannya alur diagram ini adalah berdasarkan urutan waktu, dimana setiap langkah program memiliki urutan waktu yang berbeda, namun ada pula tahapan dalam progran yang harus dijalankan bersama-sama.

2. Rancangan Antarmuka (interface)
Rancangan antarmuka ini dibuat sebagai bahan ajuan agar memudahkan kita dalam membuat suatu aplikasi.

3. Tahapan Persiapan Aplikasi
Environment yang harus ada dalam pembuatan aplikasi ini, antara lain :
* Java JDK versi 5 (atau diatasnya)
* Android SDK
* Eclipse (versi galileo) dan ADT (Android Development Tolls versi 0.9.4)

4. Pembuatan Program
Untuk membuat project aplikasi android klik tombol new dari jendela eclipse, kemudian pilih android project seperti tampilan dibawah ini


Tahapan selanjutnya adalah menentukan nama project yang akan dibuat dan menyimpannya dalam sebuah direktori.
Barulah setelah itu terbentuk subdirektori (contoh : direktori res untuk menempatkan file-file resource seperti gambar).

Setelah tahap penentuan project selesai, hal yang perlu dilakukan selanjutnya adalah menghubungkan project tersebut dengan database. didalam project ini, kita menggunakan DQLite, yang merupakan DBMS yang disediakan oleh sistem operasi android untuk memudahkan user dalan mengakses database. Berikut contohnya :

5. Implementasi Program
* Implementasi dimulai dengan pembuatan tampilan dan script untuk setiap tampilan menu dan submenu yang telah dirancang dengan menggunakan editor eclipse.
* Implementasi program pada simulator aka memberikan gambaran kepada kita bagaimana aplikasi tersebut berjalan pada perangkat yang sebenarnya.

6. Uji Coba Program





Demikian penjelasan yang bisa saya jabarkan pada tulisan saya kali ini. Semoga berguna yaa :)

by : Hardiyanti Amri ( 50407400 )

Jumat, 09 Maret 2012

Permasalahan Sistem Terdistribusi

Definisi Sistem Terdistribusi

Sistem terdistribusi adalah sbah sistem yang komponennya berada pada jaringan komputer. Komponen tersebut saling berkomunikasi dan melakukan kordinasi hanya dengan pengiriman pesan (message passing).
Sistem terdistribusi dapat dikatakan sebagai suatu keberadaan beberapa komputer yang bersifat trasparan dan secara normal, setiap sistem terdistribusi mengandalkan layanan yang disediakan oleh jaringan komputer.

* masing-masing komputer memiliki memori dan prosesor sendiri
* dihubungkan oleh jaringan komputer LAN/WAN
* terlihat sebagai suatu kesatuan
* komputasi terintegerasi

Salah satu contoh sistem terdistribusi adalah internet
yang merupakan suatu bentuk jaringan global yang menghubungkan komputer satu sama lain, yang berkomunikasi dengan media IP senagai protokol.



Adapun permasalahan yang muncul pada sistem terdistribusi, antara lain :
* Software - bagaimana merancang dan mengatur software dalam distribusi sistem. Kesulitan yang akan dihadapi, antara lain : bahasa pemrograman yang akan digunakan, operating system, dll.
* Jaringan - Ketergantungan pada infrastruktur jaringan menjadi pertimbangan utama dalam merancang dan mengimplementasikan sistem.
* Keamanan - masalah keamanan muncul karena dalam sistem terdistribusi, kita akan menemukan proses berbagi (share) data atau berbagi sumber daya.


Referensi :
Adang Suhendra, Kuliah Sistem Terdistribusi 1 & 2
http://staffsite.gunadarma.ac.id/adang/index.php?stateid=files&xcat_id=0.6


Ruddy J. Suhartil, Catatan Kuliah Sistem Terdistribusi

http://www.scribd.com/doc/39508595/6/Permasalahan-dalam-Sistem-Terdistribusi

Anton, Sistem Terdistribusi 2
http://lecturer.ukdw.ac.id/anton/download/sister2.pdf

Pradityo, 1.3 Keuntungan dan Permasalahan Sistem Terdistribusi
http://sistemterdistribusipradityo.wordpress.com/2011/01/14/1-3-keuntungan-dan-permasalahan-sistem-terditribusi/



by : Hardiyanti Amri ( 50407400 )